Kamis, 05 Januari 2012

Isian Renungan

Selasa, 10 Januari 2012
PATAH HATI
Bacaan: Ulangan 31:1-8
”Sebab TUHAN, Dia sendiri akan berjalan di depanmu, Dia sendiri akan menyertai engkau, Dia tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau; janganlah takut dan janganlah patah hati” (Ulangan 31:8).

Tanggal 5 Oktober 2002 yang lalu merupakan hari menyedihkan bagi Angel. Tubuh lemas tak berdaya, jantung seolah berhenti, dan tidak bisa tidur dengan nyenyak. Saat itu, ibunya dipanggil Tuhan, setelah beberapa hari dirawat di rumah sakit. Hatinya hancur, hidupnya tidak berpengharapan. Dia sebatang kara, ayahnya telah dipanggil Tuhan beberapa tahun sebelumnya.
Namun, tahun demi tahun berlalu dan dia bersyukur kalau ayah dan ibunya meninggalkannya, tetapi Tuhan tidak meninggalkan sendiri. Tuhan selalu menjaga dan tidak membiarkannya patah hati. Dia akan berjalan di depanmu, akan menyertai selalu dan tidak pernah meninggalkan sekalipun. Sehingga kita tidak usah patah hati.
Saudara, pernahkan anda merasa patah hati? Patah hati disebabkan oleh karena diputus pacar, orangtua meninggal, maupun karena di PHK. Pernahkah mengalami hal-hal tersebut sekaigus? Saya pernah merasakannya. Terkadang jadi stres dan depresi. Tapi puji Tuhan, karena kita punya Tuhan Yesus yang selalu menjaga. Dia tidak akan membiarkan kita sampai patah hati. Walau orangtua dan pacar sekalipun meninggalkan kita. Tapi Dia tak pernah sedetik pun meninggalkan kita. Jadi saudara-saudara, jangan sampai patah hati. Ayat yang kita baca di atas sangat menjadi berkat bagi saya dan saudara. (AN)
Patah Hati itu Manusiawi, Tapi Jangan Biarkan Hingga Jiwanya Patah
Doa: Tuhan ajar saya selalu dekat kepada-Mu dalam segala hal. Karena saya tahu Tuhan tidak pernah sedetik pun meninggalkanku.

Kamis, 23 Februari 2012
PANTANG MENYERAH
Bacaan: Markus 7:24-30
”Maka kata Yesus kepada perempuan itu: ’Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu’” (Markus 7:29).

Seorang ibu memiliki kasih yang luar biasa terhadap anak-anaknya. Kemungkinan karena dia sudah bersusah payah melahirkan anak-anaknya, sehingga seorang ibu mau berbuat ”apa saja” demi anak-anaknya. Ketika anaknya sakit, seorang ibu berjuang sekuat tenaganya untuk dapat membelikan obat bagi anaknya yang sakit tersebut, asalkan anaknya itu sembuh. Bahkan, meski tidak punya uang, dia berusaha mencarikan pinjaman untuk membeli obat atau membawa anaknya ke dokter.
Perempuan Siro-Fenisia dalam bacaan kita hari ini dapat dikatakan sebagai ibu yang sangat mengasihi anaknya. Anaknya yang menderita karena dirasuk setan, telah dibawa kepada para dokter ataupun paranormal. Tetapi hasilnya masih nihil. Namun, perempuan ini tidak putus asa. Dia teringat berita bahwa ada seorang Guru Yahudi yang bernama Yesus, Dia pasti dapat menyembuhkan anaknya. Dengan berbagai cara dan sesudah berhasil melewati rintangan, akhirnya ibu ini bertemu dengan Yesus. Meski beberapa kali Yesus menolaknya, tetapi ibu ini berjuang dengan sangat gigih. Sehingga hati Yesus iba dan terjadilah mukjizat. Anaknya disembuhkan dari kerasukan setan.
Saudaraku, terkadang sewaktu menghadapi persoalan kita datang kepada Yesus. Hanya saja tidak gigih memperjuangkan agar masalah kita diberikan jalan keluar dari Tuhan, supaya kita bisa mengatasinya dan menang. Bila doa kita masih belum dijawab, jangan putus asa. Berdoa lagi. Belum dijawab, tetap berdoa lagi. Sampai Tuhan benar-benar menunjukkan jalan keluarnya dan memberikan kita kemenangan serta mukjizat. (TT)
Kegigihan Harus Dimiliki Bila Kita Hendak Menang Mengalahkan Persoalan Hidup
Doa: Ya Bapaku, ampuni saya yang terkadang tidak dengan kesungguhan mengharapkan pertolongan-Mu.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar