Sabtu, 28 Januari 2012

Isi Renungan Kabar Baik Januari-Februari 2012


TERLENA
Bacaan: Roma 6:15-23
”Sebab upah dosa adalah maut, tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita” (Roma 6:23)

Seorang pedagang asongan dengan santainya berbaring di bawah mobil truk. Dia sudah terbiasa melakukan hal ini setiap hari, antara pukul 11.00-13.00 WIB. Kebiasaan tidur di bawah mobil truk tersebut tanpa sepengetahuan sopir ataupun kernetnya. Hanya teman-teman pedagang asongan lainnya saja yang mengetahuinya. Entah mengapa, pada hari itu, si pedagang asongan tersebut tertidur pulas hingga pukul 15.00 WIB belum bangun juga. Pada jam tersebut, sopir truk kembali menjalankan mobilnya. Sewaktu mobil berjalan, terdengar seperti menginjak sesuatu yang pecah. Benar saja, kedua tangan pedagang asongan tersebut hancur. Maka maut tak dapat dihindari. Pedagang asongan yang terlena tersebut harus beristirahat untuk selama-lamanya di alam baka.
                Dosa juga awalnya biasa saja. Bahkan, sepertinya nikmat dan enak bagi daging. Sehingga membuat ketagihan. Membuat orang yang menjalaninya menjadi terlena. Awalnya nampak tidak berbahaya, padahal sebenarnya menjerumuskan dan menyesatkan. Seperti halnya narkoba. Para penggunanya, semula hanya untuk menghilangkan rasa kesepian dan kesedihan.  Semula dengan dosis rendah. Lama-kelamaan berlanjut menjadi ketergantungan. Akhirnya menjadi terikat dan terjerat. Hingga sulit untuk melepaskan kebiasaan buruk tersebut. Selain dapat di penjara karena menggunakan barang terlarang tersebut, juga dapat menghancurkan masa depan si penggunanya.
Saudaraku, dosa itu awalnya biasa saja. Orang hidup di dalam dosa tidak menyadari bahwa dirinya sedang menuju kepada kebinasaan. Sebab upah dosa itu sendiri adalah maut. Jangan sampai terlena oleh bujuk rayu si iblis yang mengajak kita untuk menjadi pengikutnya. Saat ini juga putuskan hubungan dengan si iblis dan segala keterikatan dengan kebiasaan berdosa, seperti: judi, minuman keras, merokok, pergi ke pelacuran, narkoba, pergi ke dukun, dan segala perbuatan yang dilarang Alkitab. Sebelum terlambat, marilah kita bertobat dan berbalik kepada Tuhan Yesus. Supaya kita memperoleh kehidupan kekal di dalam Kerajaan Sorga. (TM)
Dosa Awalnya Membawa Kenikmatan, Ujungnya Mengantarkan Pada Kebinasaan
Doa: Ya Bapa, berikanlah kepekaan kepada hambamu, bahwa hal tersebut adalah dosa. Sehingga saya tidak terlena dan menuju pada kebinasaan.

Selasa, 17 Januari 2012

Kesaksian


Pdm. Yeremia Toto Kurnia Somali, S.Th., MA., DPM:
”Tuhan tetap yang utama.”

Prioritas hamba Tuhan yang satu ini sewaktu muda adalah sekolah setinggi mungkin. Mimpi ini kemudian benar-benar diwujudkan. Kuliah di STT Harvest Jakarta, mengambil program Sarjana Teologi (S.Th). sekolah lagi di Sekolah Peter Wagner mengambil doktor (DPM). Tahun 2011 lalu kami juga diwisuda mendapat gelar M.A dari Sekolah Tinggi Teologi Jaffray Jakarta.
Selanjutnya prioritas dalam usaha dan pekerjaan. Kebetulan orangtua sebagai pengusaha. Saya membantu orangtua dalam usaha tersebut. Kemudian setelah merasa mapan dan dewasa, siap untuk menikah. Saya berdoa kepada Tuhan untuk seorang wanita yang cocok, seiman dan seimbang. Puji Tuhan, saya mendapatkannya. Saya menikah relatif masih muda. Kita juga berharap agar memiliki keluarga yang berbahagia.
Dalam hal rohani, waktu itu saya ke gereja masih bolong-bolong. Lebih banyak waktunya diprioritaskan untuk karir dan jalan-jalan ke luar negeri. Terakhir, sewaktu sakit, saya berpikir bahwa umur saya adalah kasih karunia Tuhan. Dia menolong saya tepat pada waktunya. Saya dioperasi di Singapura. Sesudah dioperasi saya kembali ke Indonesia. Masih bisa usaha, namun terjadi resesi di Indonesia. Waktu itu saya membuka usaha daeler Honda, jual beli tanah, jual beli mobil, dan jual beli rumah.
Sebelum resesi, usaha saya untung. Namun, sewaktu resesi malah jadi buntung. Semua sulit dijual. Saya bersama isteri bertemu hamba Tuhan yang bercerita mengenai bagaimana untuk memulihkan kondisi ekonomi keluarga kami. Hamba Tuhan tersebut menceritakan kehidupan Ayub yang dipulihkan dua kali lipat. Saya katakan ya saya percaya terhadap firman Tuhan tersebut. Kami berdoa agar semua hutang saya lunas. Kemudian kami bernazar untuk melayani Tuhan. Dalam waktu sebulan doa kami dijawab, semua hutang kami lunas.
Saya bersama isteri berkomitmen untuk melayani Tuhan sepenuh waktu. Memang, dahulu saya sudah melayani menjadi koordinator, menjadi usher, dan pelayanan hospitality. Kami kemudian menjadi guru agama, belajar selama enam tahun, namun masih belum puas. Kami memutuskan untuk kuliah di Sekolah Tinggi Teologi. Saat ini saya menggembalakan jemaat GBI Cahaya Mulia 2 Bandung. Tanggal 6 November 2011 lalu usia gereja kami sudah 8 tahun.                                                                                                                                        
Prioritas utama kita adalah Tuhan. Kita beriman, percaya sepenuhnya kepada Tuhan. Harus menyediakan waktu untuk berdoa, memuji dan memuliakan Tuhan, serta baca firman Tuhan. Prioritas kedua adalah keluarga. Mukjizat Tuhan Yesus pertama itu berhubungan dengan keluarga. Kalau kita belum memprioritaskan keluarga, maka pelayanan kita belum maksimal. Kalau yang dekat saja tidak bisa dilayani dengan baik, apalagi orang lain, dan Tuhan yang tidak terlihat. Jangan sampai sibuk dengan pelayanan, ke luar kota dan ke luar negeri tetapi meninggalkan anak dan isterinya. Karena kurangnya komunikasi dan waktu untuk bertemu, sehingga terjadi banyak masalah dalam keluarga. (TT).

Kata Motivasi


KATA MOTIVASI

“Ada dua macam manusia di dunia ini, yaitu mereka yang mencari alasan dan mereka yang mencari keberhasilan. Orang yang mencari alasan selalu mencari alasan mengapa pekerjaannya tidak selesai. Dan orang yang mencari keberhasilan selalu mencaari alasan mengapa pekerjaannya dapat diselesaikan” (Alan Cohen).

“Antusiasme adalah modal yang paling besar di dunia ini. Ia mengalahkan uang, kekuasaan dan pengaruh” (Henry Chester).

“Hidup memerlukan pengorbanan. Pengorbanan memerlukan perjuangan. Perjuangan memerlukan ketabahan. Ketabahan memerlukan keyakinan. Keyakinan menentukan keberhasilan. Keberhasilan menentukan kebahagiaan” (Anonim).
                                             
“Cara untuk menjadi di depan adalah memulai sekarang. Jika memulai sekarang, tahun depan Anda akan tahu banyak hal yang sekarang tidak diketahui, dan Anda tak akan mengetahui masa depan, jika Anda menunggu-nunggu” (William Feather).

“Tidak ada kasih yang lebih besar daripada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabat-sahabatnya” (Yohanes 15:13).

RENUNGAN KABAR BAIK MARET-APRIL 2012

Kamis, 1 Maret 2012
KASIH YANG BERKORBAN
Bacaan: Yohanes 3:1-6
”Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal” (Yohanes 3:16).

Sarah Nesbit dari Fort Mill, South Carolina, AS, menunggu bertahun-tahun lamanya untuk mendapatkan orang yang rela menyumbangkan ginjalnya. Ketika tiba saat yang dinanti, hatinya berdebar-debar, karena orang yang bersedia mengorbankan ginjalnya ternyata Melody (18 tahun) yang adalah anaknya sendiri. Sarah mengungkapkan, ”mengingat dia masih remaja dan pengorbanan yang harus dilakukannya, saya tak bisa mempercayainya. Saya tak pernah merasakan ekspresi cinta tanpa syarat seperti ini.”
Dari cerita di atas, Melody begitu sangat mengasihi ibunya. Sehingga dia mau mengorbankan salah satu ginjal miliknya dengan tujuan agar ibunya sehat kembali. Kasih Melody kepada ibunya itu tidak hanya sebatas ucapan, tetapi ditindaklanjuti dengan perbuatan. Dia berani berkorban. Hal yang sama juga telah Allah lakukan. Dia begitu mengasihi manusia, sehingga memberikan Anak-Nya yang tunggal untuk diutus ke bumi mati tersalib, untuk menggantikan posisi manusia yang seharusnya binasa karena dosa-dosanya. Allah menghendaki agar semua manusia yang percaya kepada-Nya diselamatkan. Meski Dia tidak berbuat dosa, tetapi rela mati tersalib, asalkan manusia diselamatkan.
Saudaraku, kasih itu tidak hanya sekadar dalam perkataan. Mengasihi harus dibuktikan dengan tindakan kasih, yaitu mau berkorban bagi orang yang dikasihi. Kalau kita mengasihi Allah, maka kita juga hendaknya mau menyerahkan hidup kita bagi Dia. Karena Dia sendiri sudah terlebih dahulu mengasihi kita. Kalau Anda juga mengasihi orang lain, hendaknya tunjukkan kasih itu dengan tindakan, termasuk berkorban bagi orang yang kita kasihi. Contoh mudahnya dengan membantu membelikan buku renungan ini kepada mereka yang haus bacaan rohani, tetapi tidak mampu membelinya. (TT)
Bukti Kasih adalah Pengorbanan, Bertindak Nyata Bukan Kata-kata Belaka
Doa: Tuhan Yesus, berikan kepadaku hati yang mengasihi bagi orang lain dan saya juga mau berkorban bagi mereka. Berkorban uang maupun tenaga. Asalkan mereka beroleh keselamatan yang Engkau anugerahkan. Amin.

RENUNGAN KABAR BAIK JANUARI-FEBRUARI 2012

Kamis, 23 Februari 2012
PANTANG MENYERAH
Bacaan: Markus 7:24-30
”Maka kata Yesus kepada perempuan itu: ’Karena kata-katamu itu, pergilah sekarang, sebab setan itu sudah keluar dari anakmu’” (Markus 7:29).


Seorang ibu memiliki kasih yang luar biasa terhadap anak-anaknya. Kemungkinan karena dia sudah bersusah payah melahirkan anak-anaknya, sehingga seorang ibu mau berbuat ”apa saja” demi anak-anaknya. Ketika anaknya sakit, seorang ibu berjuang sekuat tenaganya untuk dapat membelikan obat bagi anaknya yang sakit tersebut, asalkan anaknya itu sembuh. Bahkan, meski tidak punya uang, dia berusaha mencarikan pinjaman untuk membeli obat atau membawa anaknya ke dokter.
                Perempuan Siro-Fenisia dalam bacaan kita hari ini dapat dikatakan sebagai ibu yang sangat mengasihi anaknya. Anaknya yang menderita karena dirasuk setan, telah dibawa kepada para dokter ataupun paranormal. Tetapi hasilnya masih nihil. Namun, perempuan ini tidak putus asa. Dia teringat berita bahwa ada seorang Guru Yahudi yang bernama Yesus, Dia pasti dapat menyembuhkan anaknya. Dengan berbagai cara dan sesudah berhasil melewati rintangan, akhirnya ibu ini bertemu dengan Yesus. Meski beberapa kali Yesus menolaknya, tetapi ibu ini berjuang dengan sangat gigih. Sehingga hati Yesus iba dan terjadilah mukjizat. Anaknya disembuhkan dari kerasukan setan.
                Saudaraku, terkadang sewaktu menghadapi persoalan kita datang kepada Yesus. Hanya saja tidak gigih memperjuangkan agar masalah kita diberikan jalan keluar dari Tuhan, supaya kita bisa mengatasinya dan menang. Bila doa kita masih belum dijawab, jangan putus asa. Berdoa lagi. Belum dijawab, tetap berdoa lagi. Sampai Tuhan benar-benar menunjukkan jalan keluarnya dan memberikan kita kemenangan serta mukjizat. (TT)
Kegigihan Harus Dimiliki Bila Kita Hendak Menang Mengalahkan Persoalan Hidup
Doa: Ya Bapaku, ampuni saya yang terkadang tidak dengan kesungguhan mengharapkan pertolongan-Mu.